Abstract
Perubahan preferensi wisatawan dalam memilih destinasi wisata telah mempengaruhi pola persebaran coffee shop, café dan resto di kawasan Kintamani, Bali. Seiring dengan pergeseran motivasi wisatawan yang lebih mengutamakan pengalaman visual dan suasana alam, banyak coffee shop, café dan resto dibangun di area pegunungan atau tebing dengan pemandangan yang menakjubkan. Namun, lokasi-lokasi ini juga menghadirkan risiko lebih tinggi terhadap bencana alam, terutama tanah longsor, akibat kondisi geologis yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran coffee shop, café dan resto di Kintamani serta menganalisis risiko bencana alam yang mengiringi tren pembangunan tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan Geographic Information System (GIS), dengan pendekatan pemetaan overlay. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan untuk mendokumentasikan lokasi coffee shop, café dan resto sementara data sekunder diperoleh dari peta geologi dan data kerentanan bencana dari instansi terkait. Teknik analisis yang digunakan meliputi pemetaan distribusi coffee shop, café dan resto berdasarkan overlay risiko tanah longsor pada wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 coffee shop serta 20 café dan resto yang dibangun di area rawan bencana gerakan tanah longsor tingkat tinggi. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan mitigasi risiko bencana di kawasan Kintamani.
Cite
CITATION STYLE
Darmawan, R. N., Antara, I. K., Sonder, I. W., Prasetya, P. W., Putra, A. P., & Putra, N. D. (2024). Analisis Spasial Persebaran Coffee Shop di Kintamani: Kajian Risiko Bencana dalam Pariwisata Berkelanjutan. Journal of Tourism and Interdiciplinary Studies, 4(2), 224–234. https://doi.org/10.51713/jotis.2024.4255
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.