Abstract
Agama, dalam arti luas, sebagai sumber etika dan spiritualitas, tidak lagi dipandang sebelah mata oleh kaum terpelajar dan pengambil kebijakan publik. Hal ini diperlihatkan dengan adanya “desekularisasi” sebagai proses menghidupkan kembali nilai-nilai sakral di dunia yang dianggap sekuler. Selain aliran kebatinan atau kepercayaan seperti di Indonesia, di mana ada pengaruh kuat negara dan masyarakat penganut agama-agama dunia, sebagian besar penduduk bumi terus mencari spiritualitas meskipun tanpa agama formal.
Cite
CITATION STYLE
Ali, M. (2022). Agama dan Etika di Era Sekuler. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 9(1). https://doi.org/10.33550/sd.v9i1.313
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.