Penerapan Algoritma K-means Pada Pengelompokan Daerah Penderita Filariasis

  • Jenab N
  • Handayani H
  • Cahyana Y
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Banyak jenis penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk salah satu penyakitnya yaitu filariasis. Filariasis menyebar di seluruh daerah di Indonesia, dan mengalami peningkatan setiap tahunnya semenjak tahun 2002 sampai tahun 2014. Penyakit ini diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya apabila tidak dilakukan tindakan lebih lanjut. Maka penelitian ini dilakukan untuk mencegah atau penanggulangan dengan menggunakan teknik komputasi yaitu algoritma k-means. Algoritma k-means berfungsi untuk mengelompokan data sehingga mampu mengelompokan daerah yang terdapat penderita filariasis untuk menunjang suatu keputusan dalam pencegahan atau penanggulangan. Dari hasil pengelompokan daerah penderita filariasis berdasarkan provinsi menghasilkan tiga clustering. Clustering tinggi menghasilkan dua provinsi (Provinsi Aceh dan provinsi Nusa Tenggara Timur), pada clustering sedang terdapat dua provinsi (Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat) sedangkan yang 29 provinsi lainnya termasuk ke dalam clustering rendah

Cite

CITATION STYLE

APA

Jenab, N. S., Handayani, H. H., & Cahyana, Y. (2018). Penerapan Algoritma K-means Pada Pengelompokan Daerah Penderita Filariasis. Techno Xplore : Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi, 3(1), 37–42. https://doi.org/10.36805/technoxplore.v3i1.799

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free