Abstract
Penelitian ini membahas tentang teori baik dan buruk pada konsepsi akhlak dari Muhammad Taqi Mishbah Yazdi, salah satu filsuf kontemporer asal Iran. seorang Ulama Syiah Iran serta aktivis politik konservatif yang berperan sebagai pemimpin spiritual dari Front Stabilitas Revolusi Islam di Iran. Beliau Lahir di kota Yazd, Iran, pada 17 Rabi’ul Awal 1353 Hijriah (1934). Di kota Yazd ini pula Muhammad Taqi Mishbah Yazdi memulai serta menamatkan pelajaran dasar dari ilmu-ilmu Islam dengan cara membaca naskah-baskah klasik. Dimana Muhammad Taqi Mishbah Yazdi berdiri pada argumen rasionalnya, ia menganggap bahwa manusia mampu mengetahui apa makna baik dan buruk secara mandiri. Dan argumen-argumen akhlak dari Muhammad Taqi Mishbah Yazdi dibangun dari keadaan epistemologis. Dalam formulasinya, ia juga mendapat referensi dari pemikiran barat (pragmatism dan utilitarianisme). Dan yang paling banyak mempengaruhinya adalah gagasan filsafat transendentalisme dari Mullā Shādrā. Namun Muhammad Taqi Mishbah Yazdi hanya memanfaatkan gagasan-gagasan tersebut dan memberikan pemikiran orisinilnya sendiri.
Cite
CITATION STYLE
Arif, B., & Arif Dwi Haryanto. (2023). Implementasi Baik dan Buruk dalam Filsafat Akhlak Menurut Perspektif Muhammad Taqi Mishbah Yazdi. Aqlania, 14(1), 113–130. https://doi.org/10.32678/aqlania.v14i1.8322
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.