Abstract
Pengadian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meenemukan soluasi terkait dengan maraknya makanan cepat saji dan instant yang sering menjadi menu bekal anak disekolah. Misalnya, berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan di TK Al-Istiqlal Tegal Bai Jember anak membawa bekal chiki-chiki, sosis dan nugget, dan nasi kuning. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman orang tua siswa terhadap pengetahuan, motivasi, sikap, perilaku dan keyakinan orang tua terhadap gizi seimbang. Permaslahan lainnya adalah kurangnya pemahaman Guru TK dalam memahami status gizi anak. Solusi yang disepakati dengan mitra ada dengan mengadakan pembinaan dan pengarahan tentang identifikasi visual status gizi anak balita. Sedangkan untuk orang tua siswa adalah program pelatihan untuk membantu individu agar kritis terhadap makanan. Perilaku kritis ini mencakup kemampuan afektif seperti ketegasan, manajemen diri dan kemampuan untuk mengontrol pemilihan makanan. Target dari kegiatan ini adalah adanya perbaikan tata nilai kesehatan dan pendidikan yang berkaitan dengan status gizi siswa TK Al-Istiqlal. Hasil yang telah dicapai dari kegiatan pelatihan ini adalah para guru mampu memahami status gizi anak balita dengan baik. Selain itu, untuk orang tua siswa adalah lebih kritis terhadap makanan. Perilaku kritis ini mencakup kemampuan untuk mengelola dan kemampuan untuk mengontrol pemilihan makanan untuk bekal sekolah.
Cite
CITATION STYLE
Susbiyani, A., & Sumowo, S. (2020). Pelatihan Pengetahuan Gizi Dan Stimulasi Kecerdasan Anak Bagi Guru Dan Ibu Anak Usia Dini Di TK. Al – Istiqlal Jember. Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage, 1(2), 76–79. https://doi.org/10.32528/jpmm.v1i2.3978
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.