Abstract
Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah di pesisir utara Pulau Jawa dengan panjang garis pantai ±140 km. Selama 15 tahun terakhir telah terjadi fenomena abrasi dan akresi di Kabupaten Indramayu, sehingga menyebabkan perubahan besar pada garis pantai. Oleh karena itu, perlu memanfaatkan teknologi penginderaan jauh untuk melakukan penelitian guna mengidentifikasi pantai yang mengalami perubahan garis pantai. Tujuan penelitian untuk menganalisis perubahan garis pantai dan mengetahui luasan akresi dan abrasi setiap kecamatan di Kabupaten Indramayu dari waktu ke waktu. Metode yang digunakan adalah Normalized Difference Water Index (NDWI) yang membantu mengidentifikasi perubahan garis pantai berdasarkan perbedaan perairan dan daratan serta mendeteksi perubahan akresi dan abrasi pantai. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari citra Landsat 8 OLI tahun 2015, 2019, dan 2023 serta data garis pantai Kabupaten Indramayu tahun 2015. Hasil analisis panjang garis pantai di Kabupaten Indramayu mengalami perubahan yang signifikan dimana garis pantai semakin memanjang. Sehingga terdapat selisih panjang garis pantai setiap tahunnya. Selisih panjang garis pantai sekitar ±3,29 km pada periode 2015–2019 dan sekitar ±7,29 km pada periode 2015–2023. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan pada kejadian akresi dan abrasi di Kabupaten Indramayu. Pada tahun 2015 hingga tahun 2023 kejadian abrasi meningkat ± 96 Ha sekitar 38% dan kejadian akreasi pada tahun 2015 hingga tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar ± 176 Ha sekitar 46%. Kata Kunci: Akresi, Abrasi, Landsat 8, NDWI, Perubahan Garis Pantai
Cite
CITATION STYLE
Hapsari, A. S., & Haryati, A. (2024). Analisa Perubahan Garis Pantai Di Kabupaten Indramayu Menggunakan NDWI. Jurnal Perikanan Unram, 14(3), 1338–1349. https://doi.org/10.29303/jp.v14i3.856
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.