Abstract
Sampah organik rumah tangga yang tidak diolah dapat berdampak pada kesehatan lingkungan, sehingga perlu diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat seperti kompos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kombinasi sampah organik rumah tangga dalam meningkatkan kadar fosfor, kalium dan kalsium pada kompos dan penggunaan kompos pada tanaman cabai rawit. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan 2 kombinasi perlakuan bahan baku (sisa kulit sayur-buah (2 kg), nasi basi (0.5 kg) dan tepung cangkang telur (0.25 kg), yaitu kompos A (tanpa cangkang telur) dan kompos B (dengan cangkang telur). Variabel tetap adalah penambahan EM4 (15 ml dalam 500 ml air) dan starter kompos matang (20%). Kualitas kompos dibandingkan dengan standar kompos berdasarkan SNI 19-7030-2004 dan Permentan Nomor 70 Tahun 2011. Penggunaan kompos pada tanaman cabai rawit dilakukan pada kompos A, B dan C (kompos organik komersial) selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi bahan baku berupa penambahan cangkang telur hanya berpengaruh nyata (p < 0.05) terhadap peningkatan kadar fosfor dan kalsium. Parameter yang hanya memenuhi standar SNI adalah Fosfor (kompos A 0.38%; Kompos B 0.48%), Kalium (kompos A 0.84%; kompos B 0.73%) dan Kalsium (kompos A 1.09%). Kompos B (dengan cangkang telur) memberikan tingkat keberhasilan terbaik (95%) pada pertumbuhan tanaman cabai rawit.
Cite
CITATION STYLE
Akbari, T., Khadijah, A., … Pangesti, F. S. P. (2022). Peran Kombinasi Sampah Organik Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Kadar Fosfor, Kalium dan Kalsium Pada Kompos. Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 9(3), 82–90. https://doi.org/10.21776/ub.jsal.2022.009.03.1
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.