Abstract
Studi ini didasarkan pada pembunuhan tragis sekelompok teroris yang terjadi pada 11 Mei 2021 di Desa Kalimago, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Teror tersebut menewaskan empat warga sipil yang bekerja di kebun mereka. Kehilangan anggota keluarga karena peristiwa tragis dapat menyebabkan berbagai reaksi emosional, yang membuat hidup mereka menjadi sulit. Konteks korban yang dimaksud adalah keluarga yang anggota mereka tewas sebagai akibat dari tindakan terorisme, dan disebut secondary victims. Kehidupan sehari-hari korban terganggu oleh perasaan berdukacita, ketidakberdayaan, keputusasaan, dendam, dan trauma yang sangat parah. Sangat penting bagi korban untuk memiliki keadaan mental yang baik saat ini. Oleh sebab itu psychological well being sangat penting untuk dimiliki korban. Menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus kepada partisipan M dan R, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran psychological well being korban terorisme Poso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban belum memiliki psychological well being yang baik karena trauma yang belum pulih dan menghalangi korban untuk berfungsi secara utuh. Selain itu, peneliti menemukan bahwa konteks sosial yang diharapkan dapat membantu korban pulih dari trauma belum maksimal.
Cite
CITATION STYLE
Pombadju, V. L. A., Kristianingsih, S. A., & Tampake, T. (2024). Bangkit dari Kekelaman: Gambaran Psychological Well Being Korban Terorisme Poso. Wacana Psikokultural, 2(1), 52–60. https://doi.org/10.24246/jwp.v2i1.13998
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.