Tradisi Upacara Adat Mandi Kasai (Kajian Etnografi di Kota Lubuklinggau)

  • Isbandiyah I
  • Supriyanto S
N/ACitations
Citations of this article
29Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi yang bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan tradisi upacara adat mandi kasai di Kota Lubuklinggau; (2) mendeskripsikan makna yang terkandung dalam tradisi upacara adat mandi kasai di Kota Lubuklinggau; dan (3) mengkonstruk persepsi masyarakat tentang upacara adat mandi kasai di Kota Lubuklinggau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi upacara adat mandi kasai merupakan bagian dari upacara adat perkawaninan pada masyarakat Kota Lubuklinggau. Upacara ini dijalankan oleh kedua mempelai setelah dilaksanakannya persedekahan dengan sarana dan prasarana perlengkapan upacara. Tradisi upacara adat mandi kasai mempunyai dua makna: (a) kedua pengantin melepaskan masa remaja dalam arti kebebasan bergaul di antara bujang-dere (muda-mudi); (b) sebelum memasuki kehidupan berumah tangga, kedua pengantin harus bersih dan suci. Persepsi masyarakat kota Lubuklinggau tentang tradisi upacara adat mandi kasai berbeda-beda, ada yang mendukung dan ada juga yang kurang mendukung, semuanya memiliki alasan yang kuat dan perlu diberdayakan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Isbandiyah, I., & Supriyanto, S. (2023). Tradisi Upacara Adat Mandi Kasai (Kajian Etnografi di Kota Lubuklinggau). SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Kajian Sejarah, 5(1), 9–16. https://doi.org/10.31540/sindang.v5i1.1992

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free