Abstract
Dalam satu dekade terakhir muncul ketertarikan teolog Indonesia untuk memperbincangkan berbagai aspek persahabatan. Sayangnya, tidak banyak yang menggalinya dari sisi Perjanjian Lama (PL). Padahal, ada beberapa narasi PL yang secara eksplisit mengisahkan persahabatan interpersonal, salah satunya adalah narasi relasi persahabatan antara Yonatan dengan Daud yang terdapat di dalam beberapa bagian Kitab 1 dan 2 Samuel. Artikel ini bertujuan untuk memperoleh pengayaan makna dan kebaruan nilai dari narasi Yonatan-Daud, yang akan dibaca ulang dengan lensa persahabatan orang Batak Toba sebagaimana direpresentasikan oleh dua terminologi penting: marpadan dan maraleale. Nilai-nilai sosiologis, antropologis, dan spiritual persahabatan berkelindan dalam kedua terminologi tersebut. Dalam pembacaan ulang narasi Yonatan-Daud, marpadan (ikatan solidaritas) dan maraleale (persahabatan yang dalam) akan berdialog dengan bĕrîth (perjanjian dalam teks Perjanjian Lama) secara konstruktif. Hasil pembacaan ulang narasi dengan perspektif Batak Toba menunjukkan bahwa relasi Yonatan-Daud bukan saja sebatas relasi interpersonal tetapi kemudian berkembang mencakup relasi interkomunitas. Persahabatan adalah kebersedian kedua belah pihak untuk membuka diri, meleburkan diri, serta secara progresif bersedia selalu untuk saling mengevaluasi diri.
Cite
CITATION STYLE
Sipahutar, R. C. (2023). Konstruksi Teologi Persahabatan Kontekstual. Indonesian Journal of Theology, 11(1), 88–109. https://doi.org/10.46567/ijt.v11i1.326
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.