Pengembangan Kuliner Mengalo Khas Suku Sakai Guna Melestarikan Kuliner Asli Daerah

  • Hendrayani H
  • Fachri R
  • Asnahwati A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kuliner tradisional adalah kuliner makanan yang sudah lama dan sulit ditemukan di daerah lain, selain citra rasa, bentuk dan tidak  semua  orang  bisa  membuatnya  sehingga  cita  rasanya berbeda.  Suku Sakai yang berdiam di 13 anak sungai Mandau yang bermuara di sungai Siak terletak di Kabupaten Siak Sri Indrapura dan Kabupaten Bengkalis merupakan suku asli yang memiliki keunikan dan menjadi perhatian banyak pihak seperti makanan  khas  dan  kuliner andalan  yang  tidak kalah  dengan daerah-daerah di  Riau.  Masyarakat Suku Sakai merupakan salah satu masyarakat yang memiliki kebiasaan mengonsumsi mengalo. Mengalo merupakan makanan khas Suku Sakai yang terbuat dari ubi kayu, untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat keluarganya. Namun konsumsi jenis bahan makanan lain seperti buah-buahan dan bahan makanan sumber protein masih kurang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui jenis makanan dan jumlah makanan yang dikonsumsi oleh Masyarakat Suku Sakai serta pemanfaatan mengalo oleh Masyarakat Suku Sakai sebagai alternatif sumber karbohidrat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hendrayani, H., Fachri, R., Asnahwati, A., Syafrina, N., Kurniawan, R., Aziz, A. A., & Maswir, M. (2023). Pengembangan Kuliner Mengalo Khas Suku Sakai Guna Melestarikan Kuliner Asli Daerah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(10), 2217–2222. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i10.493

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free