Abstract
Pengendalian Secara Biointensif Begomovirus pada Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L) Berbasis Tanaman Barier di Sulawesi Tenggara. Begomovirus adalah penyebab penyakit dari golongan virus tanaman. Penyakit ini menjadi salah satu faktor penghambat budidaya cabai di berbagai negara maupun daerah di Indonesia. Jika tanaman cabai terinfeksi saat masih muda dapat menyebabkan kehilangan hasil dan gagal panen. Penyebaran Begomovirus di lapangan ditentukan oleh serangga kutukebul. Pengendalian populasi serangga vektor penting untuk mengurangi tanaman terinfeksi. Barier di sekitar pertanaman cabai dapat digunakan sebagai penghalang vektor di lapangan. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengendalian Begomovirus pada cabai merah besar dengan model Biointensif tanaman barier. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), analisis sidik ragam dan uji lanjut BNT taraf kepercayaan 95%. Variabel pengamatan meliputi: gejala, kejadian dan keparahan penyakit Begomovirus, populasi kutukebul serta pertumbuhan dan produksi cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penanaman barier biotik bunga kenikir berpengaruh terhadap penurunan populasi serangga kutukebul, kejadian dan tingkat keparahan (PepYLCIV) serta peningkatan produksi cabai merah. Populasi kutukebul terendah 0,45 ekor/tanaman dibanding kontrol 1,08 ekor/tanaman, kejadian dan tingkat keparahan (PepYLCIV) terendah 45% dan 1,33% dengan produksi cabai tertinggi (1,14 kg-petak) dibanding dengan kontrol (0.31 kg-petak).
Cite
CITATION STYLE
Widodo, C. J., & Taufik, M. (2024). Pengendalian Secara Biointensif Infeksi Begomovirus Pada Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L) Berbasis Tanaman Barier di Sulawesi Tenggara. JURNAL PROTEKSI TANAMAN TROPIKA, 7(3), 1011–1022. https://doi.org/10.20527/jptt.v7i3.2903
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.