Dampak Psikologis Pernikahan Dini Terhadap Kesejahteraan Mental Remaja

  • Fitri Octaviani Ramadhan
  • Muhammad Daffa Santoso
  • Muhammad Khosyi Uddin
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perkawinan usia muda menjadi persoalan pelik di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2021), menunda usia pernikahan dapat berdampak positif bagi keharmonisan keluarga. Penelitian ini berupaya menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan dini di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti dampak perkawinan dini bagi individu yang menjalaninya, anak-anak mereka, serta masyarakat luas. Tak ketinggalan, akan dibahas pula sejumlah upaya pencegahan yang dapat ditempuh untuk menekan angka perkawinan dini di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari beragam sumber, termasuk jurnal dan artikel yang mengupas tuntas fenomena perkawinan dini. Berbagai hal, mulai dari peran orang tua, kondisi ekonomi, kejadian yang memicu pernikahan (misalnya, kehamilan di luar nikah), adat keluarga, hingga kebiasaan setempat, dapat menjadi pemicu perkawinan usia muda.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fitri Octaviani Ramadhan, Muhammad Daffa Santoso, Muhammad Khosyi Uddin, & Ati Kusmawati. (2025). Dampak Psikologis Pernikahan Dini Terhadap Kesejahteraan Mental Remaja. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 3(1), 134–140. https://doi.org/10.62017/arima.v3i1.5036

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free