Abstract
Beras masih menjadi pangan pokok masyarakat Indonesia, sulit untuk menggantikan beras dengan alternatif pangan lain, dan hal tersebut menjadikan tingkat konsumsi beras tinggi. Masyarakat Kecamatan Cawas banyak memanfaatkan lahan pertanian untuk ditanami padi, Kecamatan Cawas masuk dalam peringkat tiga besar penghasil padi terbesar di Kabupaten Klaten dengan luas area panen sebesar 4.144 Ha. Tingginya konsumsi beras sebagai pangan pokok mendorong banyak petani untuk memanfaatkan lahan atau sawah yang dimiliki dengan ditanami padi. Pendapatan usahatani dapat digunakan sebagai indikator kesejahteraan petani, semakin tinggi pendapatan bersih yang diterima oleh petani kemungkinan tingkat kesejahteraan petani secara ekonomi semakin tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu dianalisis lebih lanjut mengenai tingkat penggunaan biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani sehingga diketahui sejauh mana usahatani padi dapat menjamin kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara dengan kelompok tani Mugi Subur di Kecamatan Cawas dan dilaksanakan pada bulan Maret. Analisis pendapatan usahatani dapat dilakukan dengan melakukan wawancara kepada mengenai penggunaan biaya usahatani dan harga padi saat panen dan selanjutnya berdasarkan data tersebut dihitung nilai Break Event Point (BEP) dan R/C ratio untuk menentukan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi di Kecamatan Cawas memberikan keuntungan bagi petani dan layak untuk diusahakan.
Cite
CITATION STYLE
Sholihah, E. N., Sumarmi, S., & Aslam, B. (2022). Analisis Kelayakan Usahatani Padi di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten. JURNAL GALUNG TROPIKA, 11(1), 53–58. https://doi.org/10.31850/jgt.v11i1.796
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.