FORENSIK DALAM PERSFEKTIF BUDAYA: SEBUAH TANTANGAN BAGI SEMIOTIKA

  • Amir Piliang Y
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Kebudayaan memiliki dimensi-dimensi yang bersifat material dan non-material. Begitu juga bila kejahatan dipandang dari perspektif kebudayaan, tidak dapat dipisahkan dari dimensi- dimensi kebudayaan non-material: pikiran, karakter, ideologi, hasrat dan nilai-nilai. Ada nilai- nilai tertentu yang hidup di dalam sebuah kelompok atau masyarakat yang mendorong anggotanya melakukan aneka kejahatan: materialisme, keserakahan, individualisme; sebaliknya ada nilai-nilai yang meredam tindak kejahatan: kebersamaan, komunalitas dan persaudaraan. Kejahatan dilandasi oleh kebudayaan, karena esensi setiap kejahatan adalah ajang perebutan “hegemoni”, sebagaimana dipahami Gramsci, yaitu manifestasi dari hasrat “supremasi” dan “dominasi” individu atau kelompok sosial atas individu atau kelompok-kelompok lainnya. “Forensik” adalah sebuah ilmu dan cara kerja yang berkaitan dengan aktivitas memperlihatkan pada “publik” bukti-bukti, khususnya yang terkait dengan kasus kejahatan dan hukum. Untuk mampu memahami kompleksitas budaya dalam kerja forensik itu diperlukan “kompetensi budaya” (cultural competency), antara lain: “kepekaan budaya”, “pengetahuan budaya” dan “empati budaya”. Semiotika dapat berperan dalam menganalisis bukti-bukti forensik—baik yang bersifat materi, fisik, atau linguistik—untuk menemukan “logika” “kode” dan “makna kultural”. Pekerjaan forensik yang melibatkan tubuh manusia, benda, alat, tempat, ruang, dan lingkungan hidup, pekerjaan forensik antropologi dan forensik budaya dapat dibantu oleh “pembacaan semiotik” (semiotic reading), yaitu pemahaman struktur tanda-tanda (signs), relasi signifikasi di antara tanda-tanda, dan makna atau konotasi yang dibangun di dalamnya. Kata kunci: Forensik, budaya, semiotika, kejahatan

Cite

CITATION STYLE

APA

Amir Piliang, Y. (2013). FORENSIK DALAM PERSFEKTIF BUDAYA: SEBUAH TANTANGAN BAGI SEMIOTIKA. Jurnal Sosioteknologi, 12(29), 367–376. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2013.12.29.1

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free