Abstract
The batik sector generates wastewater containing pigment residue, posing a significant environmental threat if not managed effectively. L. vannamei shells yield chitin, convertible to chitosan for water treatment. Baglogs, comprising mycelium and cellulose, serve as a viable adsorbent. The purpose of this study was to learn about the use shell of L. vannamei and P. ostreatus baglog waste with different lengths of time to decolorization batik industry waste water. The method for testing involves deproteinization with NaOH 1M, demineralization with HCl 2M and deasetylation with NaOH 60%. Chitosan L. vannamei and baglog P. ostreatus (2:25 g/g) waste were put into a container containing 500 mL of batik wastewater with colour content with variations of 0, 12, 24, 48, 72, 96, and 120 hours. Further, the capacity of adsorption chitosan and baglog waste are determined using a UV-Vis spectrophotometer during the decolorization process in batik industry waste water using shell of L. vannamei and P. ostreatus baglog waste are 96 hours with a decolorization rate of 90.05%.Industri tekstil saat ini mengalami ekspansi sejalan dengan permintaan konsumen yang meningkat. Namun, industri batik menghadapi permasalahan serius terkait limbah cair berupa pigmen warna yang dapat berpotensi merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sebagai solusi, cangkang udang Litopenaeus vannamei dapat dijadikan sumber kitin yang melalui proses deasetilasi menjadi kitosan, sementara limbah baglog Pleurotus ostreatus, yang mengandung miselium dan selulosa, dapat berfungsi sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penggunaan cangkang udang Litopenaeus vannamei dan limbah baglog Pleurotus ostreatus dengan variasi waktu dalam mendekolorisasi limbah cair industri batik. Metode yang digunakan melibatkan serangkaian langkah kimia, seperti deproteinisasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu reaksi selama 96 jam menggunakan cangkang udang dan limbah baglog jamur mampu mencapai tingkat dekolonisasi sebesar 90,05%. Studi ini memberikan wawasan penting tentang potensi penggunaan sumber daya alam dan limbah pertanian dalam mengatasi isu pencemaran limbah cair di industri batik.
Cite
CITATION STYLE
Oktavia, S., Rohmah, S., & Novi, C. (2024). Application of Chitosan from Litopenaeus vannamei and Baglog Waste from Pleurotus ostreatus for Decolorizing Batik Wastewater. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(2), 638–647. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i2.5859
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.