Analisis Stilistika Pantun Upacara Adat Perkawinan Melayu Sambas Serta Relevansinya Sebagai Apresiasi Sastra Di SMA

  • Uli I
  • Lizawati L
  • Yuniarti N
N/ACitations
Citations of this article
54Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa serta relevansi pantun upacara adat perkawinan Melayu Sambas dalam pembelajaran apresiasi sastra di tingkat SMA. Metode penelitian ini berupa studi dokumenter dengan bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika yang memaparkan gaya bahasa dalam pantun upacara adat perkawinan Melayu Sambas memiliki variasi bahasa terlihat dari segi dialeknya. Penggunaan majas dalam pantun juga memberikan nilai estetika dalam rima irama yang akan menghasilkan bunyi yang indah. Gaya bahasa pantun upacara adat perkawinan Melayu Sambas menggungkapkan gambaran kehidupan atau kebiasaan sehari-hari masyarakat Sambas. Adapun gaya bahasanya berupa majas perbandingan, majas pertentangan, majas perulangan, dan majas pertautan. Sedangkan dalam pembelajaran pantun yang terdapat pada kompetensi inti dan kompetensi dasar kurikulum 2013 pada kelas XI semester ganjil SMA. Pantun upacara adat perkawinan Melayu Sambas meningkatkan minat menulis pantun siswa. Siswa lebih aktif menulis teks pantun dengan bahasa dan kebiasaan yang terdapat di daerahnya sendiri.Kata kunci: stilistika, gaya bahasa, relevansi

Cite

CITATION STYLE

APA

Uli, I., Lizawati, L., & Yuniarti, N. (2021). Analisis Stilistika Pantun Upacara Adat Perkawinan Melayu Sambas Serta Relevansinya Sebagai Apresiasi Sastra Di SMA. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 29–42. https://doi.org/10.33603/deiksis.v7i2.3600

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free