Abstract
Latar belakang: Emboli paru sering tidak terdeteksi karena gejalanya tidak spesifik dan tidak dapat dicegah. Angka kematian PE berkisar 100.000 hingga 200.000 kematian di Amerika Serikat. Bahkan angka ini dapat bertambah bila tidak ditangani segera. Dibutuhkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan alat peneunjang seperti EKG, foto thorak, D dimer, fibrinogen, ekokardiografi dan prosedure yang canggih seperti CT angiografi.Kasus: Ada 4 kasus yang dilaporkan. Kasus pertama, kedua dan ketiga terjadi emboli paru setelah post operasi. Kami menggunakan skoring Wells dan Geneva untuk mendukung diagnosis emboli paru. Sedangkan kasus keempat berbeda, dengan menggunakan D-dimer, desaturasi dan peningkatan jantung kanan merupakan tanda emboli di paru.Diskusi: Angka kecacatan emboli paru dapat menurun dengan diagnosis yang cepat dan pengobatan yang baik. Pengobatan yang tepat menggunakan heparin atau streptokinase bahkan DSA merupakan modalitas bila terjadi emboli massive.
Cite
CITATION STYLE
Lubis, B., Nasution, A. H., Magdalena, B., & Purwaamidjaja, D. B. (2018). Peran Angiografi Pada Emboli Paru. JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia), 10(1), 16. https://doi.org/10.14710/jai.v10i1.20709
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.