Abstract
Kunyit adalah tanaman biofarmaka yang berasal dari famili Zingiberaceae, tersebar luas di Asia Tenggara dan Afrika. Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan bagian yang paling umum digunakan dalam berbagai aplikasi seperti obat tradisional, bahan pewarna tekstil, makanan, rempah – rempah, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan senyawa tanin dalam rimpang kunyit (Curcuma longa L.) baik dalam kondisi kering maupun segar, diekstraksi dengan pelarut etanol 96%, dan diukur dengan metode spektrofotometri UV – Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) kering dan segar mengandung senyawa tanin. Secara kuantitatif ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) kering dan segar diukur pada panjang gelombang maksimum 706 nm dengan baku pembanding asam galat, dan diperoleh persamaan regresi y = 0,0898x – 0,037, nilai r sebesar 0,9955 dan kadar rata - rata ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) kering sebesar 29,005 mgGAE/g ekstrak dan ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) segar sebesar 57,046 mgGAE/g ekstrak. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit segar mengandung tanin lebih tinggi daripada ekstrak rimpang kunyit kering.
Cite
CITATION STYLE
Noviandhita, N. (2025). Analysis of Tannin Analisis Senyawa Tanin pada Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) Kering dan Segar secara Spektrofotometri UV – Vis. Makassar Pharmaceutical Science Journal (MPSJ), 2(4), 569–580. https://doi.org/10.33096/mpsj.v2i4.303
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.