Abstract
Kulit buah kakao (KBK) berpotensi sebagai sumber pakan alternatif untuk ruminansia. Potensi KBK di Indonesia cukup besar, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Ketersediaan KBK pada musim panen sangat banyak dan mampu memenuhi kebutuhan untuk 635.305 satuan ternak per tahun. Kulit buah kakao sebagai pakan sumber serat dapat menggantikan rumput. Komposisi kimia KBK mengandung protein kasar antara 6,80-13,78%; SDN 55,30-73,90% dan SDA 38,31-58,98%. Selain potensi tersebut, KBK juga mengandung senyawa antinutrisi antara lain lignin, tanin dan theobromine. Guna mengoptimalkan potensi KBK sebagai pakan, diperlukan proses pengolahan untuk meningkatkan nilai nutrien dan kecernaan, menurunkan kandungan senyawa antinutrisi sehingga efek negatif dari senyawa antinutrisi dapat diminimalkan serta memperpanjang masa simpan. Metode pengolahan dapat dilakukan secara fisik, kimiawi dan mikrobiologis. Pengolahan dapat meningkatkan kualitas nutrien KBK terutama kadar proteinnya. Pemanfaatan KBK setelah diolah menghasilkan respon yang lebih baik, dibandingkan dengan KBK tanpa diolah. Pemanfaatan KBK diharapkan dapat dijadikan sebagai stok bahan pakan dan mengatasi kekurangan pakan hijauan terutama di musim kemarau dan dapat meningkatkan produktivitas ruminansia di wilayah sentra perkebunan kakao.
Cite
CITATION STYLE
Puastuti, W., & Susana, I. (2014). Potency and Utilization of Cocoa Pod Husk as an Alternative Feed for Ruminants. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences, 24(3). https://doi.org/10.14334/wartazoa.v24i3.1072
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.