Abstract
Penelitian ini mengkaji tafsir anak (tafsir kids) sebagai salah satu bentuk inovasi dalam pendidikan keislaman kontemporer di Indonesia. Fenomena ini muncul sebagai respon atas kebutuhan menghadirkan al-Qur'an secara lebih komunikatif, visual, dan sesuai tahap perkembangan kognitif anak. Dua model tafsir anak yang diteliti yakni karya Abu Ady dan Muhammad Muslih menunjukkan adanya keragaman dalam pemahaman pesan al-Qur'an tanpa menghilangkan kedalaman makna normatifnya. Melalui analisis dan pendekatan hermeneutika sosial Paul Ricoeur, penelitian ini membandingkan corak, strategi pedagogis, dan landasan hermeneutis dari kedua produk tafsir tersebut. Penelitian menemukan bahwa tafsir anak memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pendidikan karakter. Narasi moral, visualisasi kebaikan, pengalaman membaca yang dialogis, dan integrasi teknologi digital terbukti memperkuat internalisasi nilai melalui proses pengenalan dan imajinasi moral. Dengan demikian, tafsir anak tidak hanya berfungsi sebagai media penyederhanaan makna al-Qur'an, tetapi juga sebagai instrumen pedagogis untuk membentuk pemberdayaan, literasi keagamaan dasar, dan sensitivitas sosial sejak usia dini. Studi ini berimplikasi pada perlunya pengembangan metodologi tafsir anak yang berbasis psikologi perkembangan, pedagogi digital, serta hermeneutika kontekstual untuk menjawab kebutuhan zaman.
Cite
CITATION STYLE
Hasanah, K. (2025). Kontribusi Tafsir Anak bagi Pendidikan Islam Penyederhanaan Makna Ayat melalui Hermeneutika Sosial. Khulasah : Islamic Studies Journal, 7(2), 225–237. https://doi.org/10.55656/kisj.v7i2.540
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.