PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SENAM KARATE KIDS (SKK) DI SDI AT'TAQWA SURABAYA

  • Ganda Hadi Wijaya
  • Muhammad Muhyi
  • Yoso Wiyarno
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Peningkatan penguasan gerak karate untuk anak yang berlatih atau belajar sangat diperlukan, apalagi dalam suasana yang menyenangkan dan manarik sangat penting. Tujuan dari penelitian adalah ingin mengembangkan model pembelajaran Senam Karate Kids (SKK) untuk memudahkan siswa menguasai karate, yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu: gerakan pemanasan, gerakan inti, dan gerakan pendinginan, yang dilakukan sebelum melakukan latihan karate agar mudah menguasainya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas rendah SDI At’Taqwa Surabaya. Pengembangan produk model pembelajaran SKK mengikuti konsep Borg dan  Gall (1983)  yang meliputi sepuluh tahap yaitu: (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain Produk SKK, (4) Validasi desain oleh ahli teknologi pendidikan dan Validasi ahli oleh pelatih karate dan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), (5) Uji coba produk kelompok kecil (KK), (6) Revisi hasil ujicoba KK (7)  Uji coba produk kelompok sedang (KS), (8) Revisi hasil ujicoba KS, (9) Ujicoba kelompok besar (KB), (10) Diperoleh produk hasil pengembangan yakni model pembelajaran SKK siswa SD At’Taqwa. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran SKK di dalamnya berisikan tentang pemanasan inti dan pendinginan yang memasukkan gerak dasar beladiri karate mulai kihon, kata dan kumite.  Hasil validasi  desain nilai kelayakan 3.61 kategori baik, validasi ahli nilai kelayakan 3.57 kategori baik, sehingga dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni  ujicoba kelompok kecil dengan persentase hasil ujicoba  7% baik, sedang 23%, kurang 22% dan kurang sekali 48%, kemudian dilakukan revisi, hasil kelompok sedang diperoleh hasil persentase hasil ujicoba 3% baik sekali,  11%baik, sedang 26%, kurang 42%, kurang sekali 18%,  kemudian di revisi sampai pada kelompok besar dengan hasil persentase ujicoba baik sekali 7%, baik 22%, sedang 43%, kurang 19%, sehingga hasil akhir model pembelajaran SKK dapat digunakan di SDI At’Taqwa Surabaya. Simpulan dari hasil penelitian adalah model pembelajaran SKK dapat digunakan untuk membantu siswa yang berlatih dalam praktik karate di SDI At’Taqwa dengan lebih mudah. Model Pembelajaran SKK dapat menjadi pilihan guru atau instruktur dalam melatih karate di SD lainnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ganda Hadi Wijaya, Muhammad Muhyi, & Yoso Wiyarno. (2020). PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SENAM KARATE KIDS (SKK) DI SDI AT’TAQWA SURABAYA. Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani Dan Olah Raga), 5(1), 6–13. https://doi.org/10.36526/kejaora.v5i1.760

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free