Chairil, Puisinya, dan Filsafatnya

  • Aspahani H
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

SURAT-SURAT (tepatnya kartu pos) Chairil Anwar kepada Jassin adalah obrolan antarteman. Ia bicara pada orang-seorang.  Chairil sadar benar bahwa dia sedang bicara dengan seorang yang mungkin paling memahami dia di antara teman-temannya yang lain kala itu. Atau paling tidak teman yang paling bisa dan mau mendengarkan keluh-kesahnya.  Tapi kenapa kartu pos, layanan pos tanpa amplop dan itu artinya sifat tertutup-personalnya menjadi hilang? Mungkin karena sensor, dengan amplop tertutup pun akan tetap dibuka juga sebelum sampai ke penerima.  Masa-masa itu adalah tahun di mana penguasa Jepang mengendalikan segalanya. Mungkin juga karena Chairil merasa tak apa juga apabila orang lain selain Jassin tahu apa pesan yang ingin ia sampaikan. Memang isi kartu pos Chairil kepada Jassin adalah pikiran-pikirannya, kegelisahan-kegelisahannya sebagai penulis, tak ada urusan pribadi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Aspahani, H. (2023). Chairil, Puisinya, dan Filsafatnya. Dekonstruksi, 9(03), 108–113. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v9i03.178

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free