Abstract
Bahasa Arab selalu menarik untuk dibahas sebagai objek. Ini tiada lain karena Al-Quran dan hadis turun dengan Bahasa Arab, juga Nabi Muhammad adalah orang Arab yang fasih berbahasa Arab (afshahul lisan) dan banyak syair, sajak, kisah berbahasa Arab. Seiring perkembangan waktu kajian terhadap Bahasa Arab semakin meluas dan menjadi disiplin ilmu tersendiri yang terpisah dari ilmu induknya. Menariknya banyak juga yang sering terjebak dengan istilah-istilah dalam ilmu pengetahuan Bahasa Arab karena percampuran yang nyaris sulit dibedakan misalnya antara fiqh al-lughah (sering disebut filologi) dan ilmu al-lughah (linguistik). Tujuan penelitian ini akan memaparkan terkait fiqh al-lughah dalam Bahasa Arab yang berbeda dengan ilmu al-lughah. mulai dari definisi, perkembangan, metode dan objek kajiannya. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library reserach) dan menggunakan analisa deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan fiqh al-lughah termasuk kepada ranah pengetahuan (ma’rifah) dan bukan suatu ilmu seperti nahw atau balaghah. Ada poin-poin penting terkait kajian fiqh al-lughah yang berbeda dengan ilmu kebahasaan yang lainnya, bahkan mungkin fiqh al-lughah hanya ada dalam Bahasa Arab. Hal ini berdampak pada berkembangnya studi terkait Bahasa Arab khususnya al-Quran dan hadis, yang menyebabkan ragamnya interpretasi dan tafsir yang muncul.
Cite
CITATION STYLE
Nugraha, I., & D. Hidayat. (2022). FIQH AL-LUGHAH DALAM BAHASA ARAB: DEFINISI, PERKEMBANGAN, METODE DAN OBJEK KAJIAN. El-Adabi: Jurnal Studi Islam, 1(1), 77–103. https://doi.org/10.59166/el-adabi.v1i1.16
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.