Teologi Praksis: Pelayanan Pastoral Gereja kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

  • Serenty Naray N
  • Tarumingi D
  • Tumiwa E
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan implementasi pelayanan pastoral gereja kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang dalam perspektif teologi praksis. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana gereja menghadirkan iman Kristen secara nyata melalui pendampingan rohani yang holistik, inklusif, dan kontekstual. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teologis dan praktis bagi gereja dalam mengembangkan pelayanan pastoral yang berpihak pada kelompok rentan serta memperkaya kajian teologi praksis dalam konteks kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan tenaga medis dan pihak yang terlibat dalam pendampingan pasien ODGJ di RSJ Ratumbuysang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral berupa ibadah, doa, dan kehadiran gereja memberikan dampak positif terhadap penguatan batin, pemeliharaan iman, dan pengharapan pasien ODGJ. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan gereja, khususnya dari denominasi besar, masih belum konsisten dan berkelanjutan. Kesimpulannya, pelayanan pastoral kepada ODGJ perlu dipahami sebagai bagian integral dari misi gereja yang menuntut kehadiran nyata, empatik, dan berkesinambungan, sehingga gereja sungguh-sungguh menjadi sarana kasih Kristus yang memulihkan martabat dan menghadirkan pengharapan di tengah luka jiwa manusia.This study aims to examine the role and implementation of church pastoral care for People with Mental Disorders (PMD) at Ratumbuysang Mental Hospital from the perspective of practical theology. The research focuses on how the church embodies Christian faith through holistic, inclusive, and contextual pastoral accompaniment. This study is expected to contribute both theoretically and practically by enriching discussions on practical theology and offering insights for churches in developing pastoral ministries that are responsive to mental health issues. A descriptive qualitative method was employed, utilizing literature review, field observations, and in-depth interviews with medical personnel and individuals involved in pastoral accompaniment at Ratumbuysang Mental Hospital. The findings indicate that pastoral services such as worship, prayer, and the presence of the church have a positive impact on strengthening patients’ inner resilience, sustaining their faith, and fostering hope among people with mental disorders. However, the study also reveals that church involvement, particularly from major denominations, remains inconsistent and unsustainable. In conclusion, pastoral care for people with mental disorders should be understood as an integral part of the church’s mission, requiring a continuous, empathetic, and incarnational presence in order to reflect Christ’s love and restore human dignity amid psychological suffering.

Cite

CITATION STYLE

APA

Serenty Naray, N., Tarumingi, D., & Tumiwa, E. S. (2025). Teologi Praksis: Pelayanan Pastoral Gereja kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religious Education and Psychospiritual, 3(1), 39–50. https://doi.org/10.70420/theosebia.v3i1.215

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free