PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONALIS DI INDONESIA; ANALISIS PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H. A. WAHID HASYIM

  • Muzammil M
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Terminologi Modernis dan Tradisionalis dalam pekembangan Islam di Indonesia muncul bukan hanya akibat dari konsistensi keduanya untuk mempertahankan model dan kultur beragama yang berbeda namun juga akibat dari pola pendidikan yang diidentifikasi berbeda satu dengan lainnya. Golongan modernis dianggap menganut pola pendidikan yang adaptif terhadap gaya pendidikan sekuler sedang golongan tradisionalis dianggap sebagai golongan yang hanya berkutat pada pendidikan agama saja. K.H. A. Wahid Hasyim sebagai tokoh yang merupakan bagian dari kaum tradisionalis menempatkan diri pada posisi diluar penilaian tersebut. Dia meskipun sebagai pribadi yang tak pernah berkesempatan menjalani pendidikan formal, ternyata memiliki gaya pemikiran progresif yang tak lumrah untuk ukuran pada masa itu dalam bingkai kepesantrenan. Progresifisme pemikiran K.H. A. Wahid Hasyim pada awalnya dianggap menentang tradisi pesantren dan bahkan dianggap berupaya mencampuradukkan antara agama dan dunia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muzammil, M. (2017). PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONALIS DI INDONESIA; ANALISIS PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H. A. WAHID HASYIM. EDURELIGIA; JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, 1(2), 101–121. https://doi.org/10.33650/edureligia.v1i2.52

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free