Abstract
Penyusunan karya seni yang berjudul “Subhaa”, ini terinspirasi dari fenomena budaya Minangkabau. Karya ini menitik beratkan garapan pada perasaan anak yang akan dikhitan, tekanan dan ketakutan yang dirasakan oleh anak yang akan dikhitan digarap dalam bentuk penggarapan Polymetrik. Khitan atau biasa disebut Basunaik oleh masyarakat Minangkabau merupakan sunah yang harus dijalankan anak laki-laki islam, secara tidak lansung khitan juga diwajibkan bagi anak laki-laki di Minangkabau. Di daerah darek (daratan) khitan memiliki upacara tersendiri, diawali dengan anak yang akan dikhitan dibawa ke rumah bako untuk mengganti baju, lalu diarak keliling kampung, setelah sampai dirumah baru diadakan khitan, malamnya diadakan hiburan berupa randai dan bagurau saluang.
Cite
CITATION STYLE
Hadi, H. (2017). SUB’HAA. Humanus, 16(1), 59. https://doi.org/10.24036/humanus.v16i1.7383
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.