SUB’HAA

  • Hadi H
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyusunan karya seni yang berjudul “Subhaa”, ini terinspirasi dari fenomena budaya Minangkabau.  Karya ini menitik beratkan garapan pada perasaan anak yang akan dikhitan, tekanan dan ketakutan yang dirasakan oleh anak yang akan dikhitan digarap dalam bentuk penggarapan Polymetrik. Khitan atau biasa disebut Basunaik oleh masyarakat Minangkabau merupakan sunah yang harus dijalankan anak laki-laki islam, secara tidak lansung khitan juga diwajibkan bagi anak laki-laki di Minangkabau. Di daerah darek (daratan) khitan memiliki upacara tersendiri, diawali dengan anak yang akan dikhitan dibawa ke rumah bako untuk mengganti baju, lalu diarak keliling kampung, setelah sampai dirumah baru diadakan khitan, malamnya diadakan hiburan berupa randai dan bagurau saluang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hadi, H. (2017). SUB’HAA. Humanus, 16(1), 59. https://doi.org/10.24036/humanus.v16i1.7383

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free