Madrasah Inklusi: Antara Cita dan Fakta Menuju Pendidikan yang Humanis

  • Ni’mah Z
N/ACitations
Citations of this article
82Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lembaga madrasah diharapkan menjadi lembaga pelopor nilai-nilai humanis dengan menerima apapun keragaman yang dimiliki peserta didik, baik keragaman gender, tradisi, penyandang disabilitas, berpotensi istimewa, dan keragaman sosial. Penerimaan keragaman peserta didik menjadi tantangan bagi madrasah untuk menyelenggarakan madrasah inklusi. Tantangan dan hambatan berupa ketersediaan dana, guru yang berkompeten, keseriusan lembaga, dan kurangnya relasi jaringan eksternal. Madrasah inklusi yang ideal, responsive akan keberagaman siswa dan mampu memberikan pelayanan yang optimal dengan mendasarkan diri bahwa semua siswa sama dan berhak mendapatkan pendidikan yang sama, serta mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai tingkat kebutuhannya. Maka madrasah yang bertekad besar menjadi madrasah inklusi sebenarnya adalah madrasah yang menjunjung tinggi nilai-nilai humanis dalam dunia pendidikan. Rumusan masalah artikel ini: 1) Konsep pendidikan humanis, 2) Tantangan madrasah inklusi, 3) Idealitas madrasah inklusi sebagai realisasi pendidikan humanis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ni’mah, Z. A. (2021). Madrasah Inklusi: Antara Cita dan Fakta Menuju Pendidikan yang Humanis. Revorma: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 1(1), 10–19. https://doi.org/10.62825/revorma.v1i1.6

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free