Abstract
Lembaga madrasah diharapkan menjadi lembaga pelopor nilai-nilai humanis dengan menerima apapun keragaman yang dimiliki peserta didik, baik keragaman gender, tradisi, penyandang disabilitas, berpotensi istimewa, dan keragaman sosial. Penerimaan keragaman peserta didik menjadi tantangan bagi madrasah untuk menyelenggarakan madrasah inklusi. Tantangan dan hambatan berupa ketersediaan dana, guru yang berkompeten, keseriusan lembaga, dan kurangnya relasi jaringan eksternal. Madrasah inklusi yang ideal, responsive akan keberagaman siswa dan mampu memberikan pelayanan yang optimal dengan mendasarkan diri bahwa semua siswa sama dan berhak mendapatkan pendidikan yang sama, serta mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai tingkat kebutuhannya. Maka madrasah yang bertekad besar menjadi madrasah inklusi sebenarnya adalah madrasah yang menjunjung tinggi nilai-nilai humanis dalam dunia pendidikan. Rumusan masalah artikel ini: 1) Konsep pendidikan humanis, 2) Tantangan madrasah inklusi, 3) Idealitas madrasah inklusi sebagai realisasi pendidikan humanis.
Cite
CITATION STYLE
Ni’mah, Z. A. (2021). Madrasah Inklusi: Antara Cita dan Fakta Menuju Pendidikan yang Humanis. Revorma: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 1(1), 10–19. https://doi.org/10.62825/revorma.v1i1.6
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.