Abstract
Tipe kelapa Dalam pada umumnya memiliki pola menyerbuk silang, sedangkan kelapa genjah pada umumnya menyerbuk sendiri. Persilangan Kelapa Genjah x Kelapa Dalam akan mewariskan sifat heterosis pada turunan F1, dan tingkat heterosis tergantung daya gabung kedua tetuanya. Keberhasilan persilangan Genjah x Dalam pada tingkat bibit dapat dilihat dari pelepah daun bibit F1 berdasarkan warna kecambah/pelepah bibit kedua tetuanya. Warna kuning bersifat resesif terhadap warna hijau dan coklat, sedangkan warna merah bersifat dominan terhadap warna hijau dan kuning. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pola pewarisan beberapa karakter kualitatif pada tanaman kelapa hasil persilangan pada fase bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persilangan antara GMM x DTA, GMM x DBI, dan GMM x DPU menghasilkan anakan 100% berwarna cokelat yang dikendalikan oleh gen RrGg, sedangkan persilangan antara GKM x DTA, GKM x DBI, dan GKM x DPU menghasilkan anakan 100% berwarna hijau (rrGg). Pemilihan tetua betina untuk perakitan hibrida kelapa sebaiknya menggunakan pohon yang berwarna hijau karena akan menghasilkan turunan yang mudah ditelusuri jika terjadi kontaminasi polen.
Cite
CITATION STYLE
Romadhon, M. R., Mahayu, W. M., Miftahorrachman, Nf., & Maskromo, I. (2021). KARAKTERISTIK AGROMORFOLOGI DAN POLA PEWARISAN WARNA PELEPAH DAUN BIBIT KELAPA PADA PERAKITAN VARIETAS KELAPA HIBRIDA TIPE BARU. Buletin Palma, 22(2), 63. https://doi.org/10.21082/bp.v22n2.2021.63-72
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.