Abstract
Dewasa ini kearifan lokal semakin digiatkan kembali oleh pemerintah sebagai identitas sebuah budaya lokal. Karena setiap budaya akan menghasilkan produk budaya baik itu tradisi maupun kesenian yang mencerminkan identitas dari budaya tersebut. Dalam budaya Banjar pun banyak tradisi lokal yang bersentuhan dengan Islam. Ketika agama datang ke satu masyarakat, tentu masyarakat tersebut telah memiliki kebudayaan yang dijadikan petunjuk dalam bertindak walaupun bersifat lokal, tidak universal. Ada atau tidak ada agama, pedoman tersebut akan digunakan oleh masyarakat selama masih dianggap baik. Oleh karena itu, agama yang mempunyai kesesuaian dengan budaya setempat akan mudah diterima dan cepat berkembang. Sebaliknya, agama yang berlawanan secara diametral (garis pemisah) dengan kebudayaan akan ditolak oleh masyarakat.Kata Kunci: Islam, budaya, tradisi
Cite
CITATION STYLE
Hasan, H. (2016). ISLAM DAN BUDAYA BANJAR DI KALIMANTAN SELATAN. ITTIHAD, 14(25). https://doi.org/10.18592/ittihad.v14i25.865
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.