Abstract
Perkembangan perkotaan yang pesat dengan pembangunan fisik berupa gedung bertingkat baik berupa hotel, perkantoran maupun apartemen akhir-akhir ini berakibat juga terhadap perambatan gelombang radio diudara bebas .Media televisi terestrial tidak berbayar ( free to air ) yang menggunakangelombang radio jalur Ultra High Frequency (UHF), pada frekuensi sekitar 600 MHz dengan Sistem Penyiaran (Broadcasting) analog yaitu Phase Alternating Line (PAL), akan terasa dampaknya akibat gedung pencakar langit tadi, karena perambatan gelombang yang cenderung mendatar diatas permukaan bumi (Ground Wave). Secara otomatis di daerah-daerah perkotaan yang dikelilingi gedung bertingkat sulit mendapatkan tayangan secara langsung (direct broadcast) dari transmisi terrestrial free to airatau secara teknis dikenal dengan blank spot area.Kondisi tersebut memberikan kesempatan untuk televisi berbayar (Pay TV ) untuk memenangkan persaingan dalam menggaet penonton dengan melakukan penetrasi penjualan layanan pada daerah tersebut , baik untuk Pay TV berbasis satelit , cable maupun digital terrestrial.
Cite
CITATION STYLE
Setyobudi, C., & Sjailendra, S. (2017). PELUANG PAY TV MENGGESER DOMINASI FREE TO AIR TV DI PERKOTAAN. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 16(1), 126–135. https://doi.org/10.32509/wacana.v16i1.8
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.