POLITIK PEMAKNAAN ATAS PANCASILA PADA ERA PASCAREFORMASI

  • Hastangka H
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang politik pemaknaan atas Pancasila yang berkembang pada periode Pascareformasi. Politik pemaknaan menjadi fokus perhatian dalam kajian ini karena dalam politik pemaknaan yang muncul dan berkembang membahas pada dua aspek mendasar yaitu legitimasi kekuasaan dan legitimasi nilai atas bahasa politik yang digunakan oleh para aktor politik dan masyarakat. Politik pemaknaan dibentuk dari suatu konsep dan realitas sosial dan politik yang berkembang sesuai dengan konteks masyarakat. Dinamika kehidupan sosial dan politik yang terjadi di Indonesia Pascareformasi ini menarik untuk diamati dan dikaji dalam aspek fenomenologi. Khususnya, pemaknaan terhadap ideologi Pancasila. Pancasila menjadi objek kajian dalam penelitian ini karena dari berbagai literatur yang ada ditemukan berbagai pemahaman dan penafsiran tentang Pancasila yang dilakukan oleh kalangan akademisi. Pancasila dalam aspek ruang lingkup bahasa dikategorikan sebagai ragam bahasa politik. Metode analisis yang digunakan melalui metode analisis fenomenologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa politik pemaknaan tentang Pancasila pada era Pascareformasi lebih didominasi oleh para aktor politik yang melegitimasi makna Pancasila dalam berbagai bentuk makna. Proses politisasi Pancasila masuk dalam ruang politik, sosial, agama, dan budaya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hastangka, H. (2017). POLITIK PEMAKNAAN ATAS PANCASILA PADA ERA PASCAREFORMASI. WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter, 2(2), 17–24. https://doi.org/10.21776/ub.waskita:jurnalpendidikannilaidanpembangunankarakter.2018.002.02.2

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free