Abstract
The rapid development of digital technology has provided numerous benefits, yet it has also generated psychological challenges for users. In the digital context, cognitive dissonance occurs when there is a mismatch between individuals’ beliefs and their digital behaviors, which can potentially undermine digital well-being. This study aims to systematically review the relationship between cognitive dissonance and digital well-being through an analysis of 17 scholarly articles published between 2015 and 2025. A literature review method was employed. The findings indicate that cognitive dissonance emerges in various digital contexts, including unmet technological expectations, information overload, social polarization, and unhealthy patterns of social media use. Cognitive dissonance is shown to be associated with digital well-being through increased levels of stress, anxiety, guilt, and dissatisfaction with digital experiences. Furthermore, coping mechanisms adopted by users, such as selective exposure, avoidance, and rationalization, tend to alleviate short-term psychological tension but may exacerbate digital well-being issues in the long term. This review highlights the importance of a deeper understanding of the role of cognitive dissonance in digital behavior and underscores the need for further research on digital well-being.Perkembangan teknologi digital telah memberikan berbagai manfaat, namun juga memunculkan tantangan psikologis bagi penggunanya. Dalam konteks digital, disonansi kognitif terjadi ketika terdapat ketidaksesuaian antara keyakinan dan perilaku digital individu, yang berpotensi menurunkan digital well-being. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis keterkaitan antara disonansi kognitif dan digital well-being melalui analisis 17 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Metode yang digunakan adalah literature review. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa disonansi kognitif muncul dalam berbagai konteks digital, seperti ekspektasi teknologi yang tidak terpenuhi, paparan informasi berlebih, polarisasi sosial, hingga perilaku penggunaan media sosial yang tidak sehat. Disonansi kognitif terbukti berkaitan digital well-being melalui peningkatan stres, kecemasan, rasa bersalah, dan ketidakpuasan terhadap pengalaman digital. Selain itu, mekanisme coping yang digunakan pengguna, seperti selective exposure, avoidance, dan rasionalisasi, cenderung meredakan ketegangan jangka pendek namun berpotensi memperburuk kesejahteraan digital dalam jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman lebih mendalam mengenai peran disonansi kognitif dalam perilaku digital dan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai digital well-being.
Cite
CITATION STYLE
Muhammad Habib Alwi, & Neviyarni. (2026). Disonansi kognitif di era digital: memahami perilaku pengguna dan digital well-being. CAUSALITA : Journal of Psychology, 3(4), 510–517. https://doi.org/10.62260/causalita.v3i4.594
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.