Abstract
Penulisan ini membahas bagaimana merawat pluralism dan demokrasi di Indonesia melalui kontribusi kontribusi komunitas Gusdurian di Kota Makassar? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui field research (penelitian lapangan) yaitu mengkaji dan menganalisa literatur-literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan yaitu pendekatan sosiologis dan pendekatan fenomenologi agama. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Komunitas Gusdurian Makassar merupakan sebuah komunitas yang berdiri pada tahun 2013 sebagai arena sinergis bagi para murid, pengagum dan penerus pemikiran serta perjuangan Gus Dur di Makassar. Kedua, Peranan komunitas Gusdurian dalam merawat pluralisme dan demokrasi, melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan seperti pojok kampus, kelas pemikiran Gus Dur, dialog lintas agama, gusdurian peduli clean the city, haul Gus Dur, Kampanye media sosil, aktivitas advokasi, ngaji demokrasi, workshop keberagaman gender dan forum bulanan. Ketiga, respon masyarakat terhadap eksistensi komunitas Gusdurian Makassar dalam merawat pluralisme dan demokrasi ditanggapi bahwa gerakan ini menjadi salah satu wadah dalam memperkuat memperkuat keberagaman tersebut yang mampu diwujudkan dalam bentuk kepedulian.
Cite
CITATION STYLE
M. Pakatuwo, L., Muhaemin, M., & Ismail, L. O. (2023). Merawat Pluralisme dan Pendidikan Demokrasi di Indonesia: Kontribusi Komunitas Gusdurian di Kota Makassar. El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education, 2(2), 98–119. https://doi.org/10.61169/el-fata.v2i2.63
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.