Abstract
Marmer merupakan salah satu jenis batuan metamorf, batuan peralihan dari batu kapur yang berubah akibat perubahan suhu dan tekanan dari gaya endogen. Batu marmer banyak ditemukan di gua atau gunung di Jawa Timur, Aceh, Lampung, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Kabupaten Pangkep di Sulawesi Selatan merupakan daerah yang sangat produktif untuk pengembangan industri marmer. Kota ini memiliki banyak tradisi penambangan marmer unik yang akan menginspirasi tindakan di masa depan. Akibat Undang-Undang No.4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang membolehkan perusahaan pertambangan mengolah hasil tambang di dalam negeri dan melarang ekspor bahan mentah, hanya sedikit tambang marmer yang bertahan memproduksi marmer. Maka digunakanlah sebuah sentra untuk menampung pengolahan hasil tambang marmer yang tersebar di Kabupaten Pangkep agar bisa diekspor ke luar negeri dan meningkatkan nilai jual produk kerajinan marmer tersebut. Bersumber dari beberapa potensi dan permasalahan, maka perlu dirancang suatu bangunan yang menjadi landmark yang mencerminkan budaya lokal sehingga dapat menjadi ikon baru Kabupaten Pangkep sebagai kota penghasil kerajinan marmer terbaik di Sulawesi Selatan.
Cite
CITATION STYLE
Nur, M. Z., AS, Z., & Alfiah, A. (2023). Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular Pada Desain Sentra Industri Kerajinan Batu Marmer Di Kabupaten Pangkep. TIMPALAJA : Architecture Student Journals, 5(2), 116–122. https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i2a3
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.