Abstract
The industrial revolution has been the main driver in accelerating the use of technology. The use of technology in automation or data analytics has fundamentally changed the way of working, including at school. The research objective is to highlight the readiness of individuals to adopt new technologies, exploring the important role of psychological capital and technology readiness in this context. The main focus is on the influence of psychological capital, as well as technological readiness, on the likelihood of an individual adopting new technologies. The theories used as the basis of the research are psychological capital and technology readiness. The research was conducted on 403 teacher respondents in Indonesia using a nonprobability sampling method, namely quota sampling. Respondents were obtained by distributing online questionnaires. This research is non-experimental correlational research that is processed quantitatively. The measuring instrument used the Psychological Capital Questionnaire which has been adapted into 4 dimensions and 12 items and the Technology Readiness Index 2.0 which was adapted into 4 dimensions and 8 items. There is a positive correlational relationship between the two variables. An increase in psychological capital increases teachers' technology readiness scores, meaning teachers' positive psychological state can increase their propensity to adopt technologyRevolusi industri telah menjadi pendorong utama dalam percepatan penggunaan teknologi di berbagai sektor. Melalui revolusi industri, terutama dengan pergeseran dari industri konvensional ke industri berbasis digital (Industri 4.0), teknologi telah menjadi tulang punggung bagi efisiensi, inovasi, dan transformasi bisnis. Penggunaan teknologi dalam otomatisasi, analisis data, kecerdasan buatan, dan konektivitas yang lebih besar melalui Internet of Things (IoT) telah mengubah cara kerja dan proses produksi secara fundamental. Tujuan penelitian adalah menyoroti kesiapan individu dalam mengadopsi teknologi baru, menggali peran penting dari modal psikologis dan kesiapan teknologi dalam konteks ini. Fokus utamanya adalah pada pengaruh modal psikologis, seperti harapan diri, ketahanan, optimisme, dan kemandirian, serta kesiapan teknologi, terhadap kemungkinan seseorang mengadopsi teknologi baru. Teori yang digunakan sebagai dasar penelitian adalah psychological capital dan technology readiness. Penelitian dilakukan pada 403 responden guru di Indonesia dengan metode nonprobability sampling yaitu quota sampling. Responden didapatkan dengan metode penyebaran kuesioner online. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional non-eksperimental yang diolah secara kuantitatif. Alat ukur menggunakan Psychological Capital Questionnaire (r = 0,892) yang telah diadaptasi menjadi 4 dimensi dan 12 item, dan Technology readiness Index 2.0 (r = 0,718) yang diadaptasi menjadi 4 dimensi dan 8 item. Hubungan diuji dengan analisis Spearman dan ditemukan hubungan korelasional positif yang lemah (r = 0,384). Peningkatan psychological capital meningkatkan nilai technology readiness guru, yang berarti kondisi psikologis positif guru dapat meningkatkan kecenderungan mereka untuk mengadopsi teknologi.
Cite
CITATION STYLE
Kadiyono, A. L., & Pardosi, A. (2023). Readiness to Adopt New Technology: The Role of Psychological Capital and Technology Readiness. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(SpecialIssue), 1032–1040. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9ispecialissue.6552
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.