Analisis Korelasi Dosis Infusa Kulit Bawang Merah terhadap Kadar MDA Serum Tikus Wistar yang Terpapar Asap Rokok

  • Aziz A
  • Sheilla Rachmania
  • Dina Helianti
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Asap rokok mengandung radikal bebas yang dapat menyebabkan kondisi patologis tubuh berupa stres oksidatif baik pada perokok aktif maupun pasif. Stres oksidatif disebabkan peroksidasi lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar MDA. Jika kondisi stress oksidatif tidak dinetralisir, akan menyebabkan kerusakan jaringan tubuh terutama paru yang terpapar langsung asap rokok. Antioksidan flavonoid jenis kuersetin yang terdapat pada kulit bawang merah dapat mencegah stres oksidatif.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi dosis infusa kulit bawang merah (IKBM) terhadap kadar MDA serum pada tikus putih yang terpapar asap rokok. Sebanyak 28 tikus putih galur Wistar diberi paparan asap rokok sebanyak dua batang/hari. Dua jam sebelum pemberian asap rokok, pada kelompok P1 diberikan aquabidest 10 ml/kgBB sedangkan pada kelompok P2, P3, P4 dan P5 diberikan IKBM dosis 125 mg/kgBB/hari, 250 mg/kgBB/hari, 500 mg/kgBB/hari dan 1000 mg/kgBB/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif kuat (-0.716) dengan p=0.000 antara dosis IKBM dengan kadar MDA serum pada tikus yang terpapar asap rokok. Semakin besar dosis IKBM yang diberikan, semakin rendah kadar MDA serum tikus.

Cite

CITATION STYLE

APA

Aziz, A. M., Sheilla Rachmania, Dina Helianti, & Rosita Dewi. (2023). Analisis Korelasi Dosis Infusa Kulit Bawang Merah terhadap Kadar MDA Serum Tikus Wistar yang Terpapar Asap Rokok. Jember Medical Journal, 2(1), 14–19. https://doi.org/10.19184/jmj.v2i1.297

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free