Hegemoni dan Relasi Kuasa: Studi Kasus Tahlilan di Dusun Gunung Kekep

  • Makhsun S
N/ACitations
Citations of this article
91Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Selama ini, kebanyakan partai politik seringkali memanfaatkan identitas agama sebagai sarana pencarian suara dalam kontestasi pemilu. Oleh sebab itu, masyarakat pedesaan yang relatif masih kental budaya kerberagamaanya menjadi target sentral dalam permainan politik identitas. Tulisan ini membahas sirkulasi kekuasaan, hegemoni, relasi kuasa, dan partai politik yang menggunakan ritual tahlilan sebagai sarana kampanye dalam pencarian suara di dusun Gunung Kekep. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kasus dengan pendekatan naturalistik dan kajian literatur. Hasil dari penelitian ini bahwa tahlilan tidak semata bernilai relijius, melainkan juga memiliki peran dalam membentuk nilai-nilai sosial bagi masyarakat pedesaan. Dan pada momen-momen seperti pemilu, basis sosial dari tahlilan ini acapkali menjadi media pengumpulan massa dalam melakukan kampanye sehingga turut dijadikan sarana politik. Di balik itu semua, pemuka agama menjadi penentu atas berjalannya hukum adat dan sosial yang berlaku dalam masyarakat tersebut, termasuk politik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Makhsun, S. (2021). Hegemoni dan Relasi Kuasa: Studi Kasus Tahlilan di Dusun Gunung Kekep. KOMUNITAS, 12(2), 97–119. https://doi.org/10.20414/komunitas.v12i2.4301

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free