REPRESENTASI AGEISME DALAM FILM ZIARAH 2017 (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)

  • Setyowati N
  • Sumardjijati S
N/ACitations
Citations of this article
59Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini berisi tentang representasi ageisme. Hal ini karena lansia berada dalam posisi yang sangat sensitif dalam industri perfilman Indonesia, seperti adanya diskriminasi usia terbukti dengan menjamurnya film layar lebar Indonesia yang pemeran utama maupun pendukung adalah kaum muda. Mengingat diskriminasi usia berdampak sangat serius terhadap kesehatan fisik dan mental lanjut usia dan seluruh lapisan masyarakat, maka fenomena diskriminasi usia merupakan masalah yang perlu segera diselesaikan. Kehadiran film "Ziarah" (2017) muncul di industri perfilman Indonesia dengan peran utama lansia. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggambaran ageisme dalam film tersebut menggunakan analisis semiotik Roland Barthes pengumpulan data melalui studi pustaka dan literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan perlawanan terhadap ageisme melalui tingkatan analisis denotasi, konotasi dan mitos dari berbagai adegan yang terdapat dalam film.Kata Kunci: Ageisme;Semiotika Roland Barthes;Film Ziarah 2017

Cite

CITATION STYLE

APA

Setyowati, N. D., & Sumardjijati, S. (2021). REPRESENTASI AGEISME DALAM FILM ZIARAH 2017 (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES). Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1). https://doi.org/10.31602/jm.v4i1.4811

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free