Abstract
Penelitian ini berisi tentang representasi ageisme. Hal ini karena lansia berada dalam posisi yang sangat sensitif dalam industri perfilman Indonesia, seperti adanya diskriminasi usia terbukti dengan menjamurnya film layar lebar Indonesia yang pemeran utama maupun pendukung adalah kaum muda. Mengingat diskriminasi usia berdampak sangat serius terhadap kesehatan fisik dan mental lanjut usia dan seluruh lapisan masyarakat, maka fenomena diskriminasi usia merupakan masalah yang perlu segera diselesaikan. Kehadiran film "Ziarah" (2017) muncul di industri perfilman Indonesia dengan peran utama lansia. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggambaran ageisme dalam film tersebut menggunakan analisis semiotik Roland Barthes pengumpulan data melalui studi pustaka dan literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan perlawanan terhadap ageisme melalui tingkatan analisis denotasi, konotasi dan mitos dari berbagai adegan yang terdapat dalam film.Kata Kunci: Ageisme;Semiotika Roland Barthes;Film Ziarah 2017
Cite
CITATION STYLE
Setyowati, N. D., & Sumardjijati, S. (2021). REPRESENTASI AGEISME DALAM FILM ZIARAH 2017 (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES). Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1). https://doi.org/10.31602/jm.v4i1.4811
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.