Studi Etnofarmakognosi- Etnofarmakologi Tumbuhan Sebagai Obat Di Kampung Naga Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya

  • Mariani R
N/ACitations
Citations of this article
62Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Telah dilakukan studi etnofarmakognosi– etnofarmakologi tumbuhan sebagai obat di Kampung Naga, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian ini meliputi studi area dan studi etnofarmakognosietnofarmakologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan yang digunakan sebagai obat di Kampung Naga meliputi 28 suku yang terdiri dari 51 jenis, dengan suku tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah  Asteraceae. Tumbuhan obat tersebut paling banyak digunakan sebagai penambah stamina tubuh. Daun merupakan bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan, sedangkan kebun merupakan tempat yang paling banyak tumbuhan tersebut diperoleh. Cara pengolahan tumbuhan obat paling banyak dilakukan dengan cara direbus.The study of ethnopharmacognosy – ethnopharmacology of traditional usage of herbal medicine in “Kampung Naga Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya” had been studied. Method of this study contained of  distric and ethnopharmacognosy – ethnopharmacology studies.It  showed that there were 28 family of plants and 51 species that identified used as traditional medicine in “Kampung Naga”, which Asteraceae was the most used. Imunostimulant was the most used utillity among those plants. Leaves was the most used part of those plants.  Garden is the most collected among the others. Boiled in the water was the most drug processing used.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mariani, R. (2017). Studi Etnofarmakognosi- Etnofarmakologi Tumbuhan Sebagai Obat Di Kampung Naga Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. JURNAL FARMASI GALENIKA, 2(01). https://doi.org/10.70410/jfg.v2i01.27

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free