Abstract
Kota Yerusalem merupakan kawasan pemicu konflik sepanjang masa antara Palestina-Israel. Di penghujung tahun 2017, Donald Trump telah memicu konflik memanas kembali melalui pernyataannya mengenai pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan klaim sepihak Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump terhadap Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dengan menggunakan perspektif konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Dalam studi kepustakaan, data dan informasi dikumpulkan dan dianalisis untuk memahami fenomena yang dikaji. Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis data, bahwa klaim sepihak dilakukan berdasarkan unsur identitas (identity) dan kepentingan (interest), sehingga Amerika Serikat menganggap Israel sebagai ‘kawan’ dan Palestina sebagai ‘lawan’.
Cite
CITATION STYLE
Ruhiat, F., & -, A. (2020). Klaim Sepihak Donald Trump Terhadap Kota Yerusalem Sebagai Ibukota Israel Dalam Perspektif Konstruktivisme. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 16(1), 19–30. https://doi.org/10.26593/jihi.v16i1.3361.19-30
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.