Abstract
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap orientasi masyarakat di semua ranah kehidupan, termasuk agama. Media komunikasi menjadi alat bantu vital yang memungkinkan individu melakukan berbagai aktivitas melalui ruang digital (cyberspace). Cyberspace telah menjadi ruang interaksi sosial, budaya, ekonomi, politik dan keagamaan. Agama telah diperbincangkan, didiskusikan, diperdebatkan serta dikontestasikan di ruang maya melalui konsep cyberreligion. Cyberreligion merupakan bagian dari sub sistem cyberspace yang merepresentasikan literasi hingga praktik keagamaan melalui ruang virtual. Akseptansi mahasiswa dalam cyberreligion menjadi persoalan utama dalam kajian ini, karena terdapat perbedaan akseptansi yang disebabkan oleh perbedaan latar belakang sosio-kultural mahasiswa. Kajian ini menggunakan metode kualitatif untuk menghimpun pengalaman dan pemaknaan mahasiswa terhadap cyberreligion. Terdapat tiga point temuan dalam kajian ini: (1) lahirnya kultur baru yang berdasar pada eksistensi new media dalam kehidupan beragama; (2) Depersonalisasi agama ketika komunikasi keagamaan tidak lagi berdasar pada keberadaan tokoh agama; (3) Identitas dan latar belakang sosiokultural menjadi faktor yang berpengaruh dalam proses akseptansi atas berbagai konten keagamaan di media. Kata Kunci : Agama, Media, Depersonalisasi
Cite
CITATION STYLE
Safitri, R. M. (2023). Depersonalisasi dan Simbolisasi Agama dalam Ruang Dakwah Digital. Islamic Management and Empowerment Journal, 5(2), 199–212. https://doi.org/10.18326/imej.v5i2.199-212
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.