Elektrodekolorisasi Limbah Cair Batik di Pekalongan dengan Elektroda PbO2/Cu

  • Kusuma A
  • Widodo D
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari industri batik berasal dari proses pewarnaan yang mengandung pewarna sintetik dan sukar didegradasi secara alami. Limbah tersebut menyebabkan pencemaran air yang dapat dilihat dari perubahan warna air menjadi keruh dan beraroma busuk yang menyengat. Metode elektrodekolorisasi mampu menurunkan intensitas zat warna menggunakan elektroda PbO2 sebagai anoda dan Cu sebagai katoda dalam proses elektrolisis. Elektrolisis dilakukan dalam 50 mL sampel dengan penambahan elektrolit Na2SO4 pada potensial 4,5 V dengan pH 1 selama 360 menit. Hasil akhir elektrolisis dianalisis menggunakan Spektrometer UV-Vis dan ditentukan uji COD dan BOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis menggunakan elektroda PbO2/Cu dan pH 1 dapat menurunkan intensitas warna secara bertahap dengan persentase dekolorisasi mencapai 85,5%, penurunan COD sebesar 80,7% dan BOD sebesar 81,44%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kusuma, A. R., & Widodo, D. S. (2015). Elektrodekolorisasi Limbah Cair Batik di Pekalongan dengan Elektroda PbO2/Cu. Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi, 18(2), 57–61. https://doi.org/10.14710/jksa.18.2.57-61

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free