KETERBUKAAN BUDAYA LOKAL DALAM AKUNTABILITAS KEUANGAN GEREJA KRISTEN

  • Panggabean J
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
86Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Masalah rapuhnya karakter kejujuran dewasa ini tidak hanya menjadi momok di dunia sekuler, tetapi juga terjadi dalam lingkungan Gereja. Gereja yang seharusnya menjadi tempat membentuk dan menumbuhkan nilai karakter Kristiani, salah satunya karakter kejujuran, tidak pelak dinodai oleh tindakan oknum-oknum dalam gereja itu sendiri, baik oleh jemaat maupun pemimpin jemaat. Masalah seperti pengelolaan keuangan yang tidak transparan, ketidakjujuran dalam hal memberi persembahan adalah contoh kecilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari beberapa hal yang menjadi permasalah berkaitan dengan praktik ketidakjujuran dalam jemaat. Metode yang digunakan Pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kejujuran dalam jemaat masa kini perlu dimiliki setiap orang sebagai implementasi karakter yang Alkitabiah serta merupakan bentuk tanggung jawab dalam persekutuan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Panggabean, J. S. E. A., & Hariwibowo, I. N. (2021). KETERBUKAAN BUDAYA LOKAL DALAM AKUNTABILITAS KEUANGAN GEREJA KRISTEN. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 12(3). https://doi.org/10.21776/ub.jamal.2021.12.3.34

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free