Abstract
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak daun sirih Wati (Piper methysticum G. Forst.) terhadap tingkat mortalitas ulat Grayak (Spodoptera litura F.) dan melihat konsentrasi esktrak yang lebih efektif dalam mengendalikan hama ulat grayak (Spodoptera litura F.) pada tanaman ubi jalar (Hipere). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2019 di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Petra Baliem Wamena dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 6 perlakukan dan 4 replikasi. Pengujian menggunakan ekstrak daun sirih wati (Yulliaoken) dengan konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%. Pengukuran dilakukan pada tingkat mortalitas ulat grayak dalam bentuk persentase (%). Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 tahap yaitu: tahap uji pendahuluan dan tahap uji lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih Wati (Piper methysticum G. Forst.) dapat meningkatkan mortalitas hama ulat Grayak (Spodoptera litura F.) dengan pemberian ekstrak melalui cara pencelupan sehingga melalui pakan, ekstrak daun sirih Wati berpotensi sebagai racun perut. Konsentrasi ekstrak daun sirih wati yang paling efektif dalam meningkatkan mortalitas ulat Grayak instar 2 yaitu pada konsentrasi 80% dan 90% dalam waktu 5 jam. Dengan demikian, ekstrak daun sirih Wati dapat dijadikan sebagai Insektisida Nabati yang efektif dalam meningkatkan mortalitas hama ulat Grayak.
Cite
CITATION STYLE
Inrianti, Sepling Paling, & Tebina Wenda. (2023). PEMANFAATAN EKSTRAK TANAMAN SIRIH WATI (Piper methysticum G. Forst.) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI DALAM MENGENDALIKAN HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.). STIGMA: Jurnal Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa, 16(1), 10–16. https://doi.org/10.36456/stigma.16.1.7272.10-16
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.