Abstract
Kekurangan gizi pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mamasa serta faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sepuluh informan utama yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber untuk menjamin validitas data. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan dasar mengenai tanda-tanda gizi kurang, namun belum memahami sepenuhnya penyebab, dampak jangka panjang, dan upaya pencegahannya. Faktor ekonomi, rendahnya partisipasi posyandu, dan keterbatasan variasi makanan menjadi hambatan utama dalam penerapan gizi seimbang. Edukasi gizi yang dilakukan tenaga kesehatan belum optimal karena belum disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya setempat.Penelitian ini menegaskan perlunya program edukasi gizi yang berkelanjutan, partisipatif, dan kontekstual agar pengetahuan ibu dapat diterapkan secara nyata dalam pencegahan gizi kurang. Pendekatan berbasis masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan perilaku gizi ibu demi memperbaiki status gizi balita di wilayah Mamasa.
Cite
CITATION STYLE
Sohorah, S., Nengsi, S., & Marlina, M. (2025). GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMASA. Journal Peqguruang: Conference Series, 7(2), 762. https://doi.org/10.35329/jp.v7i2.6230
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.