Redesain Logo dan Visual Identity Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya sebagai Brand Awareness

  • Laksmiarti T
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sejak kedatangan imigran Tionghoa pada tahun 1930, Kampung Pecinan Tambak Bayan di Kecamatan Bubutan, Surabaya, kini dihuni oleh mayoritas keturunan Tionghoa dan warga lokal yang hidup berdampingan. Kampung ini memiliki daya tarik budaya dan sejarah, salah satunya adalah Tha Yang, bekas kandang kuda milik mantri Belanda yang kini berfungsi sebagai ruang musyawarah dan kegiatan komunitas. Sejarah konflik sengketa tanah yang pernah melibatkan warga dengan pihak hotel menarik perhatian akademisi dan komunitas untuk berpartisipasi dalam perjuangan hak atas lahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Design Thinking lima tahap dengan metode analisa SWOT dan USP. Hasil perancangan ini berupa identitas visual yaitu logo dan Graphic Standard Manual yang mencakup seputar logo beserta implementasinya, warna, tipografi, dan supergrafis. Perancangan identitas visual sebagai upaya untuk meningkatkan brand awareness dan mempertahankan keberlangsungan Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Laksmiarti, T. (2024). Redesain Logo dan Visual Identity Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya sebagai Brand Awareness. BARIK, 6(3), 43–54. https://doi.org/10.26740/jdkv.v6i3.65046

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free