Abstract
Tumor otak selama kehamilan sangat jarang terjadi dan kejadiannya menjadikan tantangan bagi dokter bedah saraf, dokter obsgyn dan dokter anestesi tidak hanya untuk diagnosis akan tetapi manajemen perioperative yang membutuhkan persiapan yang baik untuk ibu dan janin. Kami laporkan kasus perempuan usia kehamilan 26 minggu dengan tumor meningioma.Dengan usia kehamilan 26 minggu yang disertai tanda dan gejala peningkatan tekanan intracranial (TIK), deficit neurologi yang bertambah yang tidak membaik dengan obat-obatan, maka tindakan craniotomy dekompresi pengambilan tumor diperlukan. Kami melakukan pertemuan multidisiplin sebelum operasi dan merencanakan secara detail prosedur operasi. Selama operasi, tim memastikan monitoring intensive, oksigen yang adekuat dan menghasilkan hemodinamik yang stabil. Obat anestesi seperti fentanil, rocuronium, propofol dan sevoflurane dipilih untuk memastikan keamanan ibu dan janin. Dibawah prosedur manajemen anestesi yang aman dan sukses, pasien dapat dilakukan tindakan operasi secara baik tanpa komplikasi terhadap ibu dan janin, baik sebelum dan setelah operasi. Tindakan bedah saraf selama kehamilan jarang dilakukan, dan perencanaan yang baik antar multi-disiplin diperlukan untuk mendapat hasil yang baik selama operasi. Keamanan bagi ibu dan janin merupakan sebuah tantangan yang penting.
Cite
CITATION STYLE
Sudadi, Kurniawaty, J., & Utomo, F. uad C. (2022). MANAJEMEN ANESTESI PADA PASIEN HAMIL G1P0 UK 26 MINGGU YANGMENJALANI CRANIOTOMY REMOVAL TUMOR FOSSA POSTERIOR. Jurnal Komplikasi Anestesi, 10(1), 1–9. https://doi.org/10.22146/jka.v10i1.8322
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.