REDESAIN RUANG TERBUKA PUBLIK DI TOLITOLI (STUDI KASUS TAMAN KOTA GAUKAN MUHAMMAD BANTILAN)

  • Agustina Y
  • Yusuf R
  • Purnomo D
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan terletak di pusat perkotaan dan berfungsi sebagai wadah aktifitas sosial masyarakat seperti olahraga, rekreasi, sosialisasi, dan aktivitas pedagang kaki lima (PKL), di samping dari fungsi ekologis yang di miliki. Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan di sesuikan atas kebutuhan masyarakat, dimana hal ini dapat menarik minat masyarakat masyarakat Kabupaten Tolitoli untuk memperkenalkan kembali sejarah tanpa menjelaskan sejarah tersebut, menarik wisatawan lokal, mancanegara untuk berkunjung ke Kabupaten Tolitoli. Tujuan redesain di lakukan untuk dapat memenuhi aspek-aspek fungsionalitas pada kebutuhan ruang-ruang tiap penggunanya. Metode penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriftif, dibantu dengan data primer dan skunder. Analisi data menliputi display data, pengelompokan data dan reduksi data. Hasli penelitian menyebutkan bahwa Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan melalui elemen-elemen desain ruang pablik, fasilitas penunjang pada taman, ruang terbuka publik yang berhasil, kenyamanan dan kesan (comfort and image), keamanan, kebersihan, vegetasi, tempat duduk, lampu, akses masuk dan keluar, fungsi dan aktifitas (use and activity aktivitas), keaktifan, kegunaan, kemampuan sosial (sociability), mampu memberikan kenyamanan pada pengguna ruang terbuka publik. Arsitektur perlu memperhatikan bagaimana ruang bisa menjadi tempat interaksi sosial yang aktif, berfungsi sebagai ruang rekreasi yang nyaman. Memperhatikan faktor sosial, budaya, dan ekonomi, desain ruang terbuka publik dapat memperkuat identitas lokal dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.Gaukan Muhammad Bantilan City Park is located in the city center and functions as a place for social activities such as sports, recreation, socialization, and street vendor activities (PKL), in addition to its ecological function. Gaukan Muhammad Bantilan City Park is adjusted to the community's needs, which can attract the interest of the people of Tolitoli Regency to reintroduce history without explaining the history and attracting local and foreign tourists to visit Tolitoli Regency. The purpose of the redesign is to meet the functional aspects of the needs of each user's space. The qualitative research method uses a descriptive approach, assisted by primary and secondary data. Data analysis includes data display, data grouping, and data reduction. The results of the study stated that the Gaukan Muhammad Bantilan City Park, through elements of public space design, supporting facilities in the park, successful public open spaces, comfort and impression (comfort and image), security, cleanliness, vegetation, seating, lighting, access in and out, function and activity (use and activity), activity, usefulness, social ability (sociability), can provide comfort to users of public open spaces. Architecture must consider how space can be a place for active social interaction, functioning as a comfortable recreational space. Considering social, cultural, and economic factors, the design of public open spaces can strengthen local identity and create an environment that supports the welfare of the community as a whole.

Cite

CITATION STYLE

APA

Agustina, Y., Yusuf, R., & Purnomo, D. (2024). REDESAIN RUANG TERBUKA PUBLIK DI TOLITOLI (STUDI KASUS TAMAN KOTA GAUKAN MUHAMMAD BANTILAN). ANALOGI : Arsitektur, Lingkungan Binaan & Planologi, 2(1), 37–44. https://doi.org/10.56630/analogi.v2i1.489

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free