Abstract
Raison d’etre teologi Islam adalah tuntutan "realitas sosial". Teologi seharusnya tidak hanya membahas konsep ketuhanan melainkan refleksi kritis agama terhadap permasalahan sosial. Salah satunya adalah persoalan pluralitas agama di Indonesia. Islam dapat menjadi pijakan bagi spiritualitas multikultural melalui pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai etik fundamental yang dimiliki oleh agama-agama sehingga menjadi entri point untuk mencari titik temu (kalimatun sawa)' sehingga dapat melahirkan mutual understanding diantara agama-agama. Teologi Multikultural sangat penting di jaman kontemporer ini karena pluralitas telah menjadi keniscayaan. Selain itu berguna untuk menghadapi berbagai fenomena keagamaan di masa depan yang ditandai oleh konflik-konflik dengan mengatasnamakan agama. Meskipun agama bukan satu-satunya faktor namun jelas sekali bahwa pertimbangan keagamaan dalam konflik- konflik itu dalam ekskalasinya banyak memainkan peran.
Cite
CITATION STYLE
Haryati, T. A. (2017). TEOLOGI MULTIKULTURAL (Resolusi Konflik Religiusitas di Indonesia). RELIGIA, 14(2). https://doi.org/10.28918/religia.v14i2.87
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.